Sabtu, 29 September 2012

Keistimewaan Bahasa Indonesia

Nusantara memiliki keistimewaan dan sejuta pesona yang selalu saja mampu membuat bangsa ini berdecak kagum, dibalik segala kesenjangan yang ada didalamnya namun sadarkah kalian bahwa kita berada didalam sebuah negara yang sempurna?
 Negara kita merupakan Negara dengan gugus kepulauan terbesar didunia Island country. Yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni). Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).
Jika di lihat dari kondisi alam Indonesia, SDA yang melimpah dan letak geografis yang paling strategis, di dalam peta dunia karena diapit dua benua, dua samudra, dilalui garis khatilistiwa bahkan lautnya adalah yang terluas didunia. Banyak lagi hal yang bisa kita banggakan karena
 Indonesia  miliki ideologi yang sempurna yaitu Pancasila, kebudayaan dan bahasa yang amat sangat kaya. 
Begitu kayanya bahasa kita maka penutur dwi atau multi bahasapun banyak ditemui di Indonesia. Orang Indonesia yang tinggal di daerah biasanya tumbuh kembang dalam lingkungan kedaerahan yang kental, sehingga tidak mengherankan bila rata-rata orang Indonesia mampu bertutur dengan apik dalam bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang istimewa. Berikut ini keistimewaan bahasa Indonesia yang saya rangkum dari http://lifestyle.kompasiana.com
Keistimewaan Bahasa Indonesia
Dalam pandangan saya bahasa Indonesia sangat istimewa, dan memiliki kelebihan yang tidak dimiliki bahasa lain. Walaupun tata bahasa Indonesia lebih mudah dibandingkan bahasa-bahasa di Eropa karena perubahan waktu dan kata pengganti orang tidak merubah kata kerja namun bahasa Indonesia memiliki variasi kata pengganti orang. Dalam bahasa Inggris untuk kata ganti orang pertama hanya ada I, bahasa Jerman Ich, bahasa Itali io, bahasa Perancis Je sedangkan dalam bahasa Indonesia, ada saya, aku, daku, hamba, beta. Demikian juga untuk kata ganti orang kedua, ada kamu, anda, saudara. Penggunaan kata-kata pengganti ini sangat bervariasi tergantung suasana dan kondisi penuturnya.
Demikian juga kata pengganti orang pertama jamak, ’kita’ dan ’kami’. Bahasa-bahasa di Eropa, baik bahasa Jerman, bahasa Inggris, bahasa Belanda tidak membedakan antara kita dan kami. Sebetulnya sedikit mengherankan, karena menurut hemat saya, bahasa-bahasa di Eropa menekankan ketepatan dan kejelasan dalam bertutur. Hal itu bisa dilihat dari tata bahasa mereka yang konkrit dan rumit. Namun khusus untuk ‘kita’ dan ‘kami’, kata yang digunakan sama. Padahal tidak jarang dalam situasi tertentu kejelasan antara ’kami’ atau ’kita’ sangat dibutuhkan. Kami saja ?? Atau anda juga termasuk ??
Khusus, untuk kesalahan dalam penggunaan kelebihan bahasa Indonesia yang ini, sangat saya sayangkan. Kecenderungan peleburan arti kata ’kita’ dan ’kami’, baik dalam forum resmi dan tidak resmi, semakin kental dan sering terdengar. Demikian juga di sekolah-sekolah dasar, tampaknya pembelajaran penggunaan antara ‘kita’ dan ‘kami’ kurang ditegaskan dalam pelajaran bahasa Indonesia sehingga tidak jarang anak-anak SD ini bahkan menggunakan kata ’kita’ untuk ’saya’. Atau mungkin dampak ini dipicu oleh sinetron atau iklan di televisi ?
Apa pun sebabnya, saya sangat menyayangkan bila keistimewaan bahasa Indonesia terutama untuk pembedaan penggunaan kata ‘kita’ dan ‘kami’ lambat laun semakin semrawut dan tidak jelas. Padahal sudah sejak Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober tahun 1928, para pemuda Indonesia dengan jelas dan lantang bersumpah atas nama KAMI putra dan putri Indonesia BUKAN KITA putra dan putri Indonesia, karena tentu saja para pemuda Indonesia mengeksklusifkan bangsa Belanda dan bangsa asing lainnya.

3 komentar: